Laman

Hadirilah !! Pengajian Rutin Majelis Nurul Habib Saw yang di asuh oleh Habib Syafiq bin Syekh Abu Bakar bin Salim, Setiap Minggu ke 2 & ke 4 ditiap bulannya Pukul 20.00 Wib di Masjid Miftahul Iman Gg.Chement Kembangan Utara Jakarta Barat. - - - Hadirilah !! Pengajian Rutin Majelis Nurul Abror yang diasuh oleh KH.Ahmad Syukron, Setiap Malam Minggu Pukul 20.00 Wib di Musholah Nurul Abror "Depan KUA Kembangan Utara" Jakarta Barat

Ahlan wa Sahlan wa Marhaban di Syiar Majelis - - - Contact Me : Syiarmajelis@gmail.com - - - TUNJUKKAN KEPERDULIANMU DAN BAKTIMU PADA PEMBENAHAN ISLAM DENGAN TURUT MENYUMBANGKAN HARTAMU SEBAGAI SAKSI, BANTUANMU ADALAH CERMIN KADAR IMANMU, RASULULLAH SAW BERSABDA : SETIAP HARI TURUN DUA MALAIKAT MULIA KE BUMI DAN BERDOA, WAHAI ALLAH BERI ORANG YANG BERINFAQ KESEJAHTERAAN, DAN BERI ORANG KIKIR KEHANCURAN ( SHAHIH BUKHORI ) Bank Syariah Mandiri a. n Munzir Al Musawa No. Rek 061-7121-494 ( Cabang Depok ) Atau Di Titipkan Kepada Sdr. Muhammad Qalby, H. Syukron Makmun Dan Sdri. Aisyah Najmatunnisa - - - GUNAKAN HELM UNTUK KESELAMATAN DAN NAMA BAIK MAJELIS KITA - - - Syukron Atas Kunjungannya, Jangan Lupa Balik Lagi Yaa .^_^

Sahabat Syiar Majelis, Dengan Mengklik Tombol Like Dan Share Disetiap Artikel Yang Sahabat Syiar Majelis Baca, Maka Sahabat Syiar Majelis Turut Membantu Menyebarkan Dakwah Nabi Muhammad Saw, Mari Kita Buat Gembira Hati Rasulullah SAW :), Bagi Sahabat Syiar Majelis Yang Sudah Klik Like Dan Share Ane Ucapkan Terima Kasih, Semoga Sahabat Syiar Majelis Mendapat Pahala Yang Sama Seperti Orang Yang Berdakwah, Amin Allahuma Amin..

Rabu, 22 Februari 2012

Siapakah Idola Mu ???

syiarmajelis.blogspot.com - Merenung tentang Idola, terbayang dibenak kita sosok manusia atau tokoh yang dalam pandangan mata kita dia adalah BEST OF THE BEST, bahkan mungkin “perfect person”. Sosok Idola adalah sosok yang menjadi inspirasi kita, yang peri hidupnya sangat kita hayati, yang selalu terngiang - ngiang dalam fikiran dan hati kita, yang selalu kita rindui, yang fotonya senantiasa terpampang di dinding kamar kita, yang gerak geriknya kita tiru, gaya pakaian, model rambut, gaya bicara, gaya senyuman, semuanya kita tiru.
















Buah fikiran dan pendapatnya kita jadikan panduan hidup dan sikap kita. Berita atau kabar tentangnya senantiasa kita ikuti, kita buru dan kita tanyakan, dan yang paling dahsyat adalah kita akan dilanda sindrom “speechless, salting [salah tingkah], gemetar, keringat dingin dan gugup serta jantung berdebar” ketika bertemu dengannya atau hanya dengan memandang fotonya saja. Atau mungkin hanya dengan teringat tentangnya saja kita sudah dilanda sindrom itu.

Idola bagi sebagian orang, serasa tak sanggup hidup tanpanya, tak sanggup hidup tanpa memikirkannya, hidup rasa sepi tanpa kehadirannya dalam hati, hidup mati untuk mengaktualisasikannya dalam diri, sanggup menangis tertawa, berjuang dan berkorban untuknya. Begitulah idola, terkadang UNDEFINED.

Jika kita tanya kawan - kawan kita satu persatu mengenai siapa idola mereka, maka akan keluarlah sederet nama-nama terkenal semisal : David Beckham, Alesandro del Piero, Michael Schumacher, Valentino Rossi, Leonardo Di Caprio. Atau mungkin artis sinetron lokal yang bila kita memandang wajah mereka tak jemu - jemu. Bintang muda yang sedang naik daun yang wajahnya selalu nongol di TV, Atau mungkin ada juga yang mengidolakan kekasihnya, ayahnya, kakeknya, dan seterusnya. Ada juga yang mengidolakan tokoh fiksi atau kartun atau komik, Superman, Batman, Spongebob, Doraemon, Kenshin Himura etc.

Ada juga yang mengidolakan benda - benda seperti mobilnya, motornya, binatang piaraannya, dsb. Ada juga yang mengidolakan tokoh dunia, Hitler, Eisntein,Guevera etc. Bahkan tak sedikit yang mengidolakan diri sendiri, mungkin yang disebut terakhir ini agak tak lazim ya?. Pendek kata, tak akan habis hanya dengan beberapa halaman kertas untuk menulis semua itu.Itulah dalam benak kita dan kebanyakan dari kita tentang Idola. Itu semua sudah biasa kita dengar dan tidak mengherankan dalam kehidupan kita.

Tetapi sungguh mengherankan apabila seseorang berkata bahwa : Idolaku adalah sayidina Umar ibnu Khattab, sayidina Ali, Idolaku adalah Usamah bin Zaid, idolaku adalah Muhammad Al Fateh, Idolaku adalah Tariq ibnu Ziyad, Idolaku adalah Khalid ibnu Walid, Idolaku adalah Imam As Suyuti dan Imam Nawawi, Idolaku adalah Imam Ghazali. Atau kita malah tak pernah sama sekali mendengar nama-nama mereka? tak pernah membaca peri hidup mereka? tak pernah membaca riwayat hidup mereka, tak pernah menghayati agungnya hidup mereka, agungnya akhlak mereka, agungnya kemanusiaan mereka, tingginya taqwa mereka.

Sehingga dengannya mungkin ada sebagian dari kita memandang sebelah mata. Sedangkan Rasulullah pernah menyebut bahwa seburuk-buruk mereka pun mereka adalah umat terbaik yang pernah ada, bahkan dijamin SYURGA. Mungkin ada juga yang memandang bahwa orang-orang yang mengidolakan mereka adalah orang-orang yang mundur dan terbelakang, kuno, aneh, memalukan, nggak gaul, ketinggalan zaman dsb? Saya pribadi tidak menyalahkan mereka apalagi marah. Boleh jadi karena sebab kita yang tidak sungguh - sungguh memberitahu dengan cara sebaik baiknya kepada kawan - kawan kita, maka mereka jadi begitu.

Sebagai gambaran saya ingin bercerita sedikit sekali mengenai nama - nama yang saya sebutkan di atas.

Sayidina Umar ibnu Khattab, beliau adalah khalifah ke-2 Rasulullah SAW yang sangat disegani di Timur dan Barat. Dimasa menjadi Khalifah, beliau sanggup menggendong sendiri berkarung - karung bahan makanan untuk rakyatnya. Ketika ditanya, beliau menjawab, “kelak yang ditanya oleh Tuhan mengenai masalah rakyatku adalah aku, bukan kalian”. Suatu ketika beliau terlihat gemetar dan pucat wajahnya ketika wudlu, lalu ada yang bertanya apakah beliau sakit? Beliau menjawab, “tidak tahukah kamu, dengan siapakah sebentar lagi aku akan menghadap?”

Sayidina Ali keponakan, menantu dan sahabat Rasulullah serta Khalifah ke-4. Dikala usianya 10 tahun, sanggup mengantikan posisi Rasulullah di tempat tidur. Mengorbankan nyawanya demi kekasih Allah tersebut dari pembunuhan kaum kafir Quraisy.

Usamah bin Zaid adalah seorang pemuda, putra dari Sayidina Zaid Al Haritsah [anak angkat Rasulullah SAW]. Pada usianya yang baru berusia 18 tahun, sanggup menjadi Jenderal Tentara Pasukan Rasulullah SAW, dan berjaya menaklukkan Empire Romawi di bawah naungan Islam. Yang dipimpinnya adalah sahabat-sahabat tua seperti Sayidina Abu Bakar As Shiddiq, Sayidina Umar, dsb, Dia seorang pemberani, akhlaknya sungguh mulia, lemah lembut, di siang hari bagaikan singa yang berjuang sementara di malam hari menangis di hadapan Tuhannya.

Muhammad Al Fateh, dikala usianya yang masih 21 tahun. Sudah berjaya menaklukkan kota Konstantinopel Turki, di bawah Islam. Kemenangan yang diraihnya sudah dikabarkan Rasulullah 600 tahun sebelumnya, Rasulullah bersabda “Konstantinopel akan jatuh di tangan sebaik-baik Pemimpin, Sebaik-baik Tentara, dan Sebaik-baik Rakyat. Itulah Sultan Muhammad Al Fateh.

Tariq Ibnu Ziyad, seorang pahlawan Islam yang menaklukkan Spanyol di bawah Islam. Karena keyakinan beliau kepada Tuhan, beliau sanggup membakar kapal-kapal pasukannya ketika itu agar pasukannya tidak melarikan diri, seraya berkata wahai pasukanku di belakang kita lautan, tiada jalan lagi untuk lari, sementara dihadapan kita kemenangan atau syahid menanti.

Bagaimana dengan Rasulullah Muhammad Sallallau ‘alaihi wassalam? Adakah yang mengidolakannya? Adakah yang selalu merinduinya, termimpi-mimpi dengannya? menjadikannya inspirasi, teladan, contoh dalam segala hal, mencintainya dan menghayatinya lebih dari David Beckham, valentino Rossi, eisntein, etc? Sanggup berkorban untuknya, sanggup bersusah payah demi dia? Sedangkan bibir kita selalu mengucap Asyhaduana Muhammadarrasulullah. Adakah hati kita ikut meng-iya-kannya?.Padahal Allah sudah meng-istihar-kan bahwa Nabi Muhammad itu adalah Suri teladan kita dalam semua hal, tanpa terkecuali. Dan dialah Penyelamat manusia semuanya, yang mengajak manusia untuk menjadikan Tuhan sebagai CINTA AGUNG.

Rasulullah pernah bersabda kurang lebih maknanya “kita di akhirat akan berada bersama orang yang kita cintai” [baca:orang yang kita idolakan]. Hati ini tak dapat berbohong, buah dari hati adalah sikap dan perbuatan. Tidak takutkah kita suatu hari nanti ruh kita akan ditanya, “wahai hamba Allah, siapakah imam ikutan kamu?” Atau bahasa simple-nya “siapakah idola kamu?”. Apakah kita akan jawab “Ya Allah, idola saya adalah David Beckham, atau Einstein atau Coperfield atau malah Spongebob?”. Nauzubillah.

Lalu yang menjadi tanda tanya, kenapa kita tak datang rasa cinta kepada Rasulullah? Tidak nampak keistimewaan Rasulullah? tidak menjadikannya idola? Jawabannya adalah karena kita tidak mengenalnya dengan baik sebagaimana kita mengenal tokoh-tokoh idola kita selama ini. TIDAK KENAL MAKA TIDAK CINTA. Marilah kita sama-sama mengenal Nabi kita dan memposisikan baginda sebagai Idola kita dunia dan akhirat. Karena baginda lah sumber keselamatan dunia dan akhirat. Bagindalah kekasih Allah, MAKHLUK YANG PALING DICINTAI ALLAH. Apakah kita sanggup tidak mencintainya sedangkan Allah saja menjadikannya KekasihNya?

Semoga kita mengenal Nabi kita lebih dalam, sehingga sanggup menjadikannya idola kita. Amin Yaa Rabbal'alamin..

KODAR

SYIAR NAJELIS

Silahkan Beri Komentar Dengan Bahasa Yang Baik Dan Sopan

Ane tidak online 24 Jam dan hanya sendiri mengurus blog ini, mohon maaf bila komentar Sahabat Majelis tidak di balas.

Buat Sahabat Majelis yang suka dengan artikel saya, silahkan Sahabat Majelis share di mana saja Sahabat Majelis suka (blog, facebook, twitter dll). Namun, bila berkenan mohon cantumkan link sumber dari artikel yang Sahabat Majelis share (copy/paste). Mari kita bantu dakwah Nabi Muhammad Saw, dengan berbagi informasi yang bermanfaat. Terima kasih,,

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DAFTAR ISI | SYIAR MAJELIS